Loading

Solo Travelling To Kelimutu, Ende

IMG_1823

(16/05/2015) Menyambung cerita sebelumnya, Kali ini saya melanjutkan solo backpacker saya menuju Ende untuk melihat Danau 3 warna yang bisa disebut Danau Kelimutu atau Gunung Kelimutu. Sepulang saya dari Waerebo, saya kembali menginap di tempat ketika saya pertama kali tiba di Labuan Bajo, karena keesokan Harinya saya Harus berangkat menuju Kota ende pada jam 9 pagi. Singkat cerita saya pun berangkat ke Ende menggunakan pesawat terbang dan tiba 10 pagi di bandara H. Hasan Aroeboesman. Di Ende saya dijemput oleh kawan saya sewaktu kuliah dulu di Makassar. Nama teman saya ini adalah Ifon, Asli dari NTT. Tapi dia tidak bisa menemani saya untuk berkeliling kota Ende, karena dia harus bekerja. Tapi dia meminta tolong temannya yang bernama Adrianus untuk membawa saya menglilingi Kota Ende. Ada sedikit cerita lucu pada saat saya hendak berkeliling di kota Ende. Kami ditilang polisi karena sedang ada sweeping. Adrianus ternyata tidak membawa surat – surat motornya. Akhirnya motornya ditahan dan kami pun berjalan kaki ke tempat penginapan. Untung kota ende tidak terlalu besar, jadi dari tempat sweeping ke penginapan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.

 

IMG_1600 copy

 

IMG_1845

 

IMG_1820

 

Setelah saya beristirahat sedikit, adrianus menelpon kawannya untuk meminjam motor agar kami bisa keluar untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan mengelilingi kota Ende. Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 20 menit, kita kembali mendapatkan kendaraan untuk keluar. Tujuan pertama adalah makan siang. Setelah berkeliling mencari makanan yang sesuai dengan selera akhirnya saya memilih sebuah warung makan yang sederhana. Saya memesan nasi ayam. Setelah pesanan saya datang tidak disangka nasi yang diberikan sangat banyak. Dengan harga yang menurut saya bersahabat yaitu sekitar 15 ribu, saya mendapat ayam goreng, sup ayam, dan nasi porsi besar. Sehabis dari makan siang saya diajak ke Situs Rumah Pengasingan Bung Karno.

 

IMG_1797

 

IMG_1799

 

IMG_1798

 

IMG_1796

 

IMG_1815

 

IMG_1817
IMG_1816

 

IMG_1794

 

IMG_1792

 

IMG_1793

 

IMG_1795

 

Jadi Rumah Pengasingan Bung Karno ini merupakan rumah yang ditempati Bung Karno selama 4 tahun yaitu dari tahun 1934 hingga 1938 seperti yang kita lihat di foto, rumah ini masih terawat dengan baik. Mulai dari bentuk rumah hingga perabotan dalam rumah masih terawat dengan baik dan semua perabot ini pernah digunakan oleh Bung Karno. Sehabis dari Rumah Pengasingan Bung Karno saya kembali ke hotel untuk beristirahat, Karena saya berencana akan ke Kelimutu pada besok hari jam setengah 4 subuh untuk melihat sunrise. Setelah keesokan harinya saya dijemput oleh adrianus kami pun berangkat menggunakan motor menuju kelimutu. Perjalanan ke Kelimutu memakan waktu sekitar 3 jam. Pada saat saya kesana jalan dari Ende menuju moni sedang dalam perbaikan jadi kami tidak bisa memacu sepeda motor. Pagi itu sangat sangatlah dingin, kaki saya sampai mati rasa pada saat setengah perjalanan. Jam sudah menunjukkan pukul 5.30 pagi tapi kami belum juga tiba di Kelimutu. Terpaksa saya mengikhlaskan untuk tidak melihat sunrise di Kelimutu. Sebenarnya agak kecewa tapi memang keadan yang memaksakan saya untuk tidak dapat melihat Sunrise. Setiba kami di Kelimutu kami harus membayar tiket masuk pada saat itu sebesar 5000 rupiah per orang dan 5000 rupiah untuk sepeda motor. Sayapun langsung memulai trekking menuju puncak Kelimutu.

 

IMG_1801

 

IMG_1829

 

Setelah tiba di puncak Kelimutu pemandangan sangat luar biasa. Rasa sedih saya karena tidak dapat melihat sunrise sedikit terobati setelah melihat pemandangan dari atas Kelimutu.

 

IMG_1827

 

IMG_1828

 

IMG_1805

 

IMG_1809

 

IMG_1823

 

IMG_1821

 

IMG_1806

 

IMG_1811

 

Setelah berada kira – kira 2 jam di Kelimutu saya memutuskan untuk kembali ke ende karena saya harus berangkat kembali ke kampung halaman saya pada jam 3 sore. Namun sebelum itu adrianus mengajak saya untuk singgah ke pemandian air panas moni dan air terjun di moni.

 

IMG_1814

 

IMG_1813

 

IMG_1824

 

IMG_1818

 

IMG_1847

 

IMG_1846

Setelah berendam air panas di pemandian air panas di moni badan saya terasa rileks, otot – otot yang kaku dan tegang terasa lemas dan badan saya terasa kembali fit setelah bertualang kurang lebih satu minggu di tanah NTT. Sehabis dari pemandian air panas saya diajak melihat air terjun di daerah moni. Sehabis dari situ kami kembali berkendara selama kurang lebih 3 jam kembali menuju Ende dan langsung menuju bandara H. Hasan Aroeboesman, Karena saya harus kembali ke kampung halaman. Terima kasih atas keindahan dan pengalamannya NTT, Semoga saya masih bisa diberikan kesempatan untuk kembali lagi kesini.

2 Comments

  • Eva

    Halo mas, salam kenal☺ boleh nanya apakah punya kontak person rental motor di daerah ende? Terima kasih
    Salam
    Eva

    28/05/2016 at 9:45 PM
    • jappa
      jappa

      Halo mba Eva salam kenal,kemarin waktu di Ende saya tidak rental motor tapi saya ada kawan disana mba. mungkin setahu saya di bandara ada yang menawarkan jasa rental motor.
      terima kasih.

      02/06/2016 at 9:53 AM
LEAVE A COMMENT